Senin, 12 September 2016

Konsep Pengembangan Kurikulum

Esensi Pembelajaran

Belajar seringkali disamakan dengan aktivitas tatap muka dengan seorang guru/dosen/trainer. Selesai dari proses itu maka berhenti juga proses belajarnya. Padahal disadari atau tidak proses belajar berlangsung setiap saat, setiap jantung berdetak dan setiap detik. Proses belajar pun dapat dilakukan dengan berbagai media atau sarana. Yang pertama adalah belajar dari diri sendiri, mulai dari saat terbangun dari tidur di pagi hari, mulai belajar merasakan kesegaran tubuh, belajar dari pengalaman tidur semalam yang begitu pulas dan kemudian belajar melakukan aktivitas-aktivitas baru lainnya. Yang kedua, belajar dari lingkungan termasuk orang lain, banyak sekali yang dapat dipelajari, mulai dari gerakan, kata-kata orang lain atau suasana alam yang tampak indah dimana sedang mengajari kita betapa kehidupan ini sangat indah untuk disyukuri. Dan masih banyak sekali pembelajaran yang dapat kita lakukan.
Jadi apa esensi dari kata BELAJAR?
Belajar timbul secara sadar dari dalam diri dan adanya rasa ingin tahu sehingga melakukan aktivitas atau usaha untuk mengetahuinya dan akan memberikan perubahan berupa pengetahuan, sikap, dan ketermpilan. Belajar merupakan sebuah proses mengetahui, mengenal, merasakan, membandingkan, melakukan, mengevaluasi segala sesuatu yang diterima oleh panca indera dan diteruskan ke otak sehingga akan menghasilkan output/hasil. Output yang dihasilkan berupa berbagai macam hal, mulai dari perubahan sikap, bertambahnya ilmu, perbaikan diri, relasi, penciptaan produk, layanan dan lain sebagainya yang dapat tersimpan dalam memori otak manusia. Bahkan bisa kita temui juga seseorang yang menghasilkan hal-hal negatif dari proses belajar, misalnya para pencuri yang tentu saja dia belajar untuk menjadi pencuri. Namun satu semangat dari esensi belajar dapat kita pahami sebagai proses positif yang menghasilkan sesuatu yang lebih baik dalam diri, kehidupan, orang lain dan lingkungan dimanapun kita berada.

Kurikulum 
Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 

Pengembangan Kurikulum
Proses pengembangan kurikulum; dessain, implementasi, evaluasi, dan penyempurnaan kurikulum.
Pengembangan kurikulum (curriculum development) adalah the planning of learning opportunities intended to bring about certain desered in pupils, and assesment of the extent to wich these changes have taken plece (Audrey Nicholls & Howard Nichools dalam Oemar Hamalik, 2008: 96). Rumusan ini menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum adalah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan tertentu yang diharapkan. Sedangkan yang dimaksud dengan kesempatan belajar (learning opportunity) adalah hubungan yang telah direncanakan dan terkontrol antara para siswa, guru, bahan, peralatan, dan lingkungan tempat siswa belajar yang diinginkan diharapkan terjadi.
 Dalam pengertian di atas, sesungguhnya pengembangan kurikulum adalah proses siklus, yang tidak pernah berakhir. Proses tersebut terdiri dari empat unsur yakni (Oemar Hamalik, 2008: 96-97):
Tujuan: mempelajari dan menggambarkan semua sumber pengetahuan dan pertimbangan tentang tujuan-tujuan pengajaran, baik yang berkenaan dengan mata pelajaran (subject course) maupun kurikulum secara menyeluruh.

Alasan Pengembangan Kurikulum


  1. Merespon IPTEK
Ilmu Teknologi setiap waktu pasti selalu mengalami perkembangan dan kemajuan oleh sebab itu kurikulum juga harus mengikuti perkembangan IPTEKS agar dapat seiring berjalan dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
  1. Merespon perubahan sosial
Dalam realita kehidupan sehari-hari bahwa selain menjadi bagian dari pendidikan sekolah juga menjadi bagian dari masyarakat. Sekolah yang mampu memenuhi dan mewujudkan kebutuhan masyarakat akan mampu bertahan.
  1. Memenuhi kebutuhan peserta didik
Kebutuhan dari masing-masing peserta didik berbeda-beda dan dinamik. Pengembangan kurikulum ini bertujuan untuk memahami dan mewujudkan kebutuhan dari peserta didik. Misal kebutuhan sarana, prasana, media.
  1. Merespon kemajuan di bidang pendidikan
Pendidikan memang selalu berkembang dengan menyeseuaikan keadaan situasi dan kondisi dalam masyarakat.
  1. Merespon perubahan sistem pendidikan
Sistem pendidikan yang kadang berubah sesuai dengan kesesuaian pendidikan itu diterapkan juga dapat menjadi faktor terhadap pengembangan kurikulum yang ada

Kaitan Pengembangan, Perencanaan, dan Implementasi kurikulum (Instruksional)

1


Masalah Dalam Kurikulum
  • Cara memilih materi yang akan diajarkan
  • Perbedaan pandangan para pengembang kurikulum
  • Penerapan kurikulum pada setiap tingkat pendidikan
  • Perumusan kurikulum yang fleksibel
  • Pengaruh pergantian pimpinan
  • Insentif untuk penerapan kurikulum
  • Cara memperoleh informasi yang tepat untuk perumusan kurikulum

Proses Pengembangan Kurikulum Melibatkan
  • Guru
  • Ahli kurikulum
  • Ahli pendidikan
  • Ahli lain di luar bidang pendidikan
  • Lulusan
  • Siswa
  • Pengguna lulusan

Unsur-Unsur Yang Terdapat dalam Kurikulum
(Sebagai program yang akan dijalani siswa di sekolah)
  • Tujuan
  • Materi pembelajaran
  • Strategi pembelajaran
  • Sistem evaluasi
  •  Hal-hal yang diaktualisasikan di sekolah (Sebagai dokmentasi)
  • Proses pembuatan rencana kurikulum (GBPP/silabus)
  • Perangkat dan buku-buku yang diperlukan dalam proses pembelajaran
3

Elemen Sistem Kurikulum
4

Operasional Kurikulum
5

Apa yang dikembangkan?
Sesuai dengan definisi kurikulum, yaitu suatu program pendidikan yang berisi:
  • Berbagai program pendidikan yang berisi kegiatan pendidikan dan pengajaran
Yang dirancangkan, direncanakan, dan diprogramkan secara sistematik
Lembaga pendidikan merencanakan berdasar kriteria-kriteria; Pancasila; UUD 1945; GBHN; Peraturan Pemerintah; Kepmen; norma-norma yang berlaku;kebutuhan peserta didik; pengembangan IPTEKS dan sebagainya
  • Sebagai pedoman pelaksanaan proses pembelajaran
  • Tujuan pendidikan
dilihat dari berbagai komponen yang perlu dikembangkan dapat dikembangkan oleh pihak departemen untuk komponen-komponen penunjang, misalnya pengembangan:
  •  Program dan system penjenjangan
  • Sistem kredit
  • Sistem semester
  • Sistem administrasi
  • Sistem bimbingan
  • Sistem evaluasi
Pihak sekolah dapat mengembangkan komponen pokok yang berupa struktur program yang berisi:
  •  Jenis-jenis mata pelajaran dan pengelompokkannya
  • Alokasi waktu setiap program
  • Susunan mata pelajaran

Unsur yang diperlukan dan diperhatikan dalam pengembangan
  • Merencanakan, merancangkan, dan memprogramkan bahan ajar dan pengalaman belajar
  • Karakteristik peserta didik
  • Tujuan yang akan dicapai
  • Kriteria-kriteria untuk mencapai tujuan

Pendekatan Pengembangan
  •   Pendekatan Berdasarkan Materi
  • Pendekatan Berdasarkan Tujuan
  • Pendekatan Berdasarkan Kemampuan