
Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen-komponen tertentu. Setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain, bila salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponannya, maka sistem kurikulum pun akan terganggu pula. Komponen pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menciptakan pendidikan ke arah yang lebih baik. Lalu, pendidikan seperti yang sebenarnya dikatakan sudah baik? Ya, percaya atau tidak pendidikan yang baik ialah pendidikan yang memiliki tujuan yang terarah, isi/ materi pelajarannya dapat diterima oleh peserta didik sehingga ilmu yang di transfer oleh guru dapat diserap, metode/ strategi yang dilakukan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, dan dilakukan evaluasi baik itu sebelum, sedang, atau sesudah proses pendidikan itu berjalan. Itulah idealnya, namun pada kenyataannya meskipun pendidikan sudah memiliki tujuan, merancang strategi, dan mengevaluasi, tetap saja tujuan pendidikan sulit untuk dicapai. Dalam rangka ketercapaian tujuan pendidikan, maka ada beberapa komponen-komponen yang harus diperhatikan, dalam hal ini adalah komponen-komponen pengembangan kurikulum. Di antaranya:
1. 1. Komponen Tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan, merumuskan tujuan kurikulum sebenarnya sangat tergantung dari teori dan filsafat pendidikan serta model kurikulum yang dianut masyarakat. Dalam skala mikro, tujuan kurikulum berhubungan dengan misi dan visi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit, seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran.
Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi mulai dari tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur yang kemudian dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :
a. Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)
Tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan, artinya setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan harus dapat membentuk manusia yang sesuai dengan rumusan itu, baik pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal, informal maupun nonformal. Intinya TPN merupakan sumber dan pedoman dalam usaha penyelenggara pendidikan.
b. Tujuan Institusional (TI)
Tujuan ini harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan. Tujuan institusional merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, seperti misalnya standar kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan jenjang pendidikan tinggi.
c. Tujuan Kurikuler
Tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran. Tujuan kurikuler dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki anak didik setelah mereka menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan, dengan demikian setiap tujuan kurikuler harus dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional.
d. Tujuan Pembelajaran atau Tujuan Intruksional
Tujuan pembelajaran atau yang disebut juga dengan tujuan intruksional, merupakan tujuan yang paling khusus. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi) atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu.
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan, merumuskan tujuan kurikulum sebenarnya sangat tergantung dari teori dan filsafat pendidikan serta model kurikulum yang dianut masyarakat. Dalam skala mikro, tujuan kurikulum berhubungan dengan misi dan visi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit, seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran.
Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi mulai dari tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur yang kemudian dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :
a. Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)
Tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan, artinya setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan harus dapat membentuk manusia yang sesuai dengan rumusan itu, baik pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal, informal maupun nonformal. Intinya TPN merupakan sumber dan pedoman dalam usaha penyelenggara pendidikan.
b. Tujuan Institusional (TI)
Tujuan ini harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan. Tujuan institusional merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan, seperti misalnya standar kompetensi pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan jenjang pendidikan tinggi.
c. Tujuan Kurikuler
Tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran. Tujuan kurikuler dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki anak didik setelah mereka menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan, dengan demikian setiap tujuan kurikuler harus dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional.
d. Tujuan Pembelajaran atau Tujuan Intruksional
Tujuan pembelajaran atau yang disebut juga dengan tujuan intruksional, merupakan tujuan yang paling khusus. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi) atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu.
2. 2. Komponen Isi atau Materi Pelajaran
Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Bahan ajar tersusun atas topik-topik dan sub-sub topik tertentu. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut tersusun dalam sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar.
Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Bahan ajar tersusun atas topik-topik dan sub-sub topik tertentu. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut tersusun dalam sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar.
3. 3. Komponen Metode/ Strategi
Strategi dan metode merupakan komponen ketiga
dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini merupakan komponen yang sangat
penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Bagaimanapun bagus
dan idealnya tujuan yang harus dicapai tanpa strategi yang tepat untuk mencapainya,
maka tujuan itu tidak mungkin dapat di capai. Strategi meliputi rencana,
metode, dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan
tertentu.
E Evaluasi
kurikulum adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang
valid dan reliabel untuk membuat keputusan tentang kurikulum yang sedang
berjalan atau telah dijalankan. Secara sederhana evaluasi kurikulum dapat
disamakan dengan penelitian, karena evaluasi kurikulum menggunakan penelitian
yang sistematik, menerapkan prosedur ilmiah dan metode penelitian. Evaluasi
kurikulum penting dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan perkembangan
ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Ada banyak masalah
dalam penerapan evaluasi kurikulum seperti dasar teori yang digunakan dalam
evaluasi kurikulum lemah, intervensi pendidikan yang dilakukan tidak
memungkinkan dilakukan blinded, kesulitan dalam melakukan randomisasi,
kesulitan dalam menstandarkan intervensi yang dilakukan, masalah etika
penelitian, tidak adanya pure outcome, kesulitan mencari alat ukur dan
penggunaan perspektif kurikulum yang berbeda sebagai pembanding. Oleh karena
itu dengan memahami pengertian evaluasi kurikulum dan persamaan serta
perbedaannya dengan penelitian diharapkan evaluasi kurikulum yang
akan dibuat dapat menjadi valid, reliabel dan sangat berguna sebagai bahan
pertimbangan dalam membuat keputusan tentang kurikulum tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar